Ubah 5 Kebiasaan Ini di Bulan Puasa

Menjalankan puasa di bulan ramadan mewajibkan tubuh beradaptasi dengan perubahan, baik tersebut kebiasaan makan, masa-masa tidur, dan jadwal olahraga. Agar puasa yang kita jalani tetap fasih dan tidak mengganggu kegiatan harian, tubuh butuh menyiapkan diri dengan segala evolusi selama puasa. Caranya dengan mengolah semua kelaziman yang tidak cukup baik dan tidak cukup sehat yang sebelumnya tidak jarang Anda lakukan. Apa saja kelaziman yang usahakan kita ubah menjelang puasa tiba? Yuk, simak ulasannya inilah ini.

Kebiasaan tidak cukup baik yang mesti kita ubah menjelang puasa

1. Minum minuman berkafein

Kafein ada pada sekian banyak  jenis minuman laksana kopi, teh, cokelat, pun pada minuman energi. Walaupun kafein dapat menambah fokus dalam beraktivitas, andai terlalu tidak jarang dikonsumsi pasti akan terdapat efek sampingnya pada tubuh.

Saat kita terbiasa minum lima gelas kopi dalam sehari maka tubuh bakal terbiasa dengan banyaknya asupan kafein tersebut. Padahal, sekitar bulan puasa kita tak dapat minum kopi sejumlah itu.

Nah, sementara andai mengurangi asupan kafein secara seketika dapat mengakibatkan sakit kepala, mudah marah, dan mengantuk. Tentunya situasi tersebut bakal memengaruhi ibadah puasa Anda. Itulah sebabnya, kelaziman minum kopi yang seringkali Anda kerjakan harus kita kurangi sebelum ramadan tiba.

Asupan kafein yang dianjurkan ialah 400 miligram (mg) masing-masing hari untuk orang dewasa, setara dengan empat cawan kopi seduh atau dua kaleng minuman energi. Sementara guna ibu hamil direkomendasikan asupan kafein tidak melebihi 200 mg per hari. 

Ramadan ialah waktu yang tepat guna Anda meminimalisir kafein, namun usahakan ini dilaksanakan menjelang ramadan, agar efeknya tidak berisiko mengganggu puasa. Artinya, kurangi asupan kafein sebelum puasa dan lakukan rutinitas ini sekitar puasa.

Cleveland Clinic di Abu Dhabi menganjurkan bila kita suka minum kopi sampai empat gelas sehari, maka kurangi sampai satu gelas saja masing-masing hari yang usahakan diminum satu atau dua jam sesudah berbuka dengan kopi decaf, yakni jenis kopi yang kadar kafeinnya telah diturunkan hingga level terendah. Ini lebih aman guna tubuh Anda sekitar berpuasa.

2. Pola santap tidak teratur

Sering menunda waktu santap atau pola santap tidak teratur dapat membuat pencernaan kita menjadi buruk. Namun, sebaliknya andai Anda paling suka santap dan porsinya melebihi porsi seharusnya pun tidak bagus guna kesehatan. Apalagi andai Anda tergolong orang yang cuek dengan menu makanan yang kita makan.

Semua itu dapat diubah dengan mengerjakan puasa. Akan tetapi, tubuh butuh penyesuaian sampai-sampai Anda mesti mengajar mengganti pola santap tersebut supaya puasa tetap lancar. Kurangi porsi santap secara perlahan, secukupnya saja sebelum kita menjalani puasa dan atur kembali masa-masa makan. Jangan lupa guna memilih makanan yang sehat dan menyerahkan nutrisi pada tubuh Anda.

Dengan demikian, kita tidak perlu cemas lagi menikmati kelaparan atau gangguan pencernaan lainnya sekitar berpuasa. Ini memberikan guna lebih, tidak saja mengganti Anda guna mempunyai pola santap sehat teratur, tapi pun mengendalikan berat tubuh kita tetap ideal.

3. Suka begadang

Kebiasaan begadang atau istirahat larut malam menciptakan Anda susah untuk bangun pagi. Akibatnya, kita melewatkan olahraga pagi dan pun sarapan. Bila kelaziman ini terus Anda kerjakan sampai hari puasa tiba, Anda dapat melewatkan masa-masa sahur.

Padahal masa-masa sahur ialah waktu terpenting untuk memenuhi tubuh dengan makanan sampai-sampai Anda bisa bertahan tidak santap dan minum selama tidak cukup lebih 13 jam setelahnya.

Untuk itu, usahakan hindari kelaziman tidur malam dan begadang sebelum menginjak bulan puasa. Cukupi keperluan tidur dan atur waktu istirahat Anda lebih lagi agar terbiasa bangun pagi guna sahur. Memperoleh istirahat yang cukup, menciptakan tubuh kita lebih powerful dari penyakit. Jadi, bisa jadi sakit di mula puasa dapat dihindari.

4. Merokok

Sulit memang menciptakan diri kita berhenti merokok, namun dengan berpuasa kita dituntut untuk memberi batas bahkan menjauhinya. Sama laksana halnya kopi, menghilangkan kelaziman merokok secara mendadak dapat membuat Anda susah berkonsentrasi, gelisah, dan lebih cepat emosi. Bagi itu, mengurangi kelaziman ini menjelang puasa lebih baik dilaksanakan supaya efeknya tidak mengganggu kelancaran Anda sekitar berpuasa.

Cobalah untuk meminimalisir satu batangnya per satu atau dua hari. Ini akan menyerahkan waktu pada tubuh guna penyesuaian. Bila kita mengalami kendala untuk mengurangi kelaziman ini, konsultasi untuk dokter dapat membantu Anda.

Nah, sekitar berpuasa barangkali Anda mulai terbiasa guna tidak mengisap rokok lagi. Hal ini pasti saja paling baik untuk kesehatan kita dan usahakan terapkan kelaziman ini terus sampai nanti kita benar-benar terlepas dari rokok.

5. Malas olahraga

Semua tahu bahwa olahraga tersebut menyehatkan, namun tetap saja tidak sedikit orang yang masih malas melakukannya. Sering istirahat malam menciptakan Anda bangun kesiangan dan malas guna berolahraga. Itulah sebabnya, menata waktu istirahat penting supaya Anda dapat mempersiapkan segala kegiatan untuk esok hari yang lebih baik, tergolong olahraga.

Coba pertimbangkan kembali guna olahraga ketika berpuasa, ini dapat memberikan kita manfaat lebih banyak dibanding hari biasa. Olahraga mengawal tubuh kita tetap bugar sekitar berpuasa, mengontrol berat badan, dan dapat mengurangi stres.

Agar rutinitas ini dapat memberikan akibat baik pada puasa Anda, jajaki terapkan kelaziman rutin berolahraga menjelang puasa tiba. Jadi, Anda bermukim menyesuaikan saja bagaimana olahraga usahakan dilaksanakan saat berpuasa.

Ubah 5 Kebiasaan Ini di Bulan Puasa Ubah 5 Kebiasaan Ini di Bulan Puasa Reviewed by dzaky on 15.11 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.