4 Unicorn Start Up di Indonesia

4-Unicorn-Start-Up-di-Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan start up paling cepat dibandingkan negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara lainnya. Perkembangan ini tentu membantu meningkatkan perekonomian di Indonesia. Bahkan Indonesia memiliki 4 start up yang sudah berstatus unicorn. Unicorn adalah status yang diberikan pada start up yang memiliki nilai valuasi lebih dari satu miliyar dolar. 

Unicorn Start Up di Indonesia 

Persaingan dunia bisnis semakin ketat sejak dibelakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Semua orang bahkan negara berlomba-lomba membuat karya dengan teknologi yang canggih untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, tak terkecuali di Indonesia. 

Banyak para penggerak bisnis yang mulai mendirikan bisnis start up. Bisnis ini memang menjanjikan karena beriringan dengan dunia digital yang memang sedang digandrungi banyak orang. Terdapat kurang lebih 225 start up di seluruh dunia, namun yang memiliki kelas unicorn hanya beberapa saja, 4 diantaranya berada di Indonesia. Berikut 4 unicorn tersebut akan diuraikan di bawah ini. 

1. Go-Jek 

Seluruh masyarakat Indonesia pasti menggunakan gojek sebagai kendaraan alternatif saat macet. Gojek merupakan start up pertama yang mendapatkan status dan gelar unicorn di Indonesia. Menurut kabar, gojek mendapat kucuran dana dari Google, Tencent, dan JD. Mereka melipatgandakan jumlah investasi sehingga gojek berpotensi menambah nilai valuasi secara signifikan. 

Nadiem Makarim sebagai pendiri start up ini diperkirakan akan melewati USD 9 miliyar jika memang benar mendapatkan dana kucuran dari Google, Tencent dan JD. Dengan demikian gojek memiliki nilai perusahaan sebesar Rp. 136 triliun dengan gelar unicorn. Unicorn adalah sebutan bagi start up yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliyar. 

Sebelumnya gojek sudah mengamankan uang sebesar USD 1,2 miliyar dengan kucuran dana investasi dari Google, Tencent dan JD. Peningkatan kapitalisasi gojek memang sangat terlihat signifikan. Jadi wajar saja kalau gojek menjadi salah satu unicorn yang memiliki nilai perusahaan tertinggi di Indonesia. 

2. Tokopedia 

Tokopedia merupakan toko online dengan kelas unicorn start up paling top di Indonesia. Tokopedia berdiri satu tahun lebih awal dari gojek pada tahun 2007 yang digawangi oleh William Tanuwijaya dengan suntikan dana dari para investornya yaitu SoftBank Group Corp atau Vision Fund dan Alibaba sebesar 1,1 miliyar dolar Amerika. Tokopedia kini resmi memiliki nilai perusahaan sebesar $7 miliar atau setara dengan Rp. 102 triliun. 

3. Traveloka 

Traveloka memang memberikan banyak manfaat pada industri pariwisata Indonesia. Selain berbisnis, secara tidak langsung traveloka telah mempromosikan destinasi wisata yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Start up besutan Fery Unardi ini mendapatkan suntikan dana dari perusahaan travel Amerika Serikat sebesar US$ 350 juta atau senilai Rp. 4,6 triliun pada bulan Juni 2017 bernama Expedia. Nilai valuasi traveloka sekarang lebih dari 2 miliyar dolar Amerika atau Rp. 26,6 triliun. Akibat suntikan dana tersebut traveloka secara signifikan naik kelas menjadi salah satu unicorn terbesar di Indonesia. 

4. Bukalapak 

Ahmad Zaky pendiri start up Bukalapak tidak membeberkan secara terang-terangan siapa saja investornya hingga mampu mencapai kelas unicorn. Meskipun unicorn adalah sebuah penghargaan, tapi baginya tidak terlalu penting. Adapun nilai valuasi Bukalapak pada saat ini yaitu di atas US$1 miliyar atau setara dengan Rp. 13,5 triliun. 

Demikianlah 4 start up di Indonesia yang sudah mencapai kelas unicorn. Unicorn adalah penghargaan yang berharga agar sebuah start up mendapatkan banyak investor. Dengan demikian, sekarang ini Indonesia sudah mampu bersaing dikancah internasional dalam bidang perekonmian berkat adanya 4 unicorn start up ini.
4 Unicorn Start Up di Indonesia 4 Unicorn Start Up di Indonesia Reviewed by dzaky on 08.49 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.