Meskipun Penumpang Duduk Kursi Belakang Juga Wajib Pakai Sabuk Pengaman


Keselamatan sebenarnya jadi aspek terpenting dalam berkendara. Saat ini, pabrikan juga berlomba-lomba menyiapkan mobilnya dengan elemen keselamatan yang oke. 

Oke jika dapat disimpulkan ialah cukup, pun tidak begitu advance, hingga jadikan harga jualnya melompat serta tidak dapat dijangkau customer. Misalnya jadi standard, biasanya pada mobil paling baru, telah diperlengkapi head resistance sampai sabuk keselamatan tiga titik pada tiap baris tempat duduk. 

Celakanya walau telah terpasang, banyak yang menganggap jadi pajangan semata. Terutamanya pada penumpang baris ke-2 atau paling belakang, mereka tidak memakainya. 

Ini diperkokoh oleh hasil analisa Insurance Institute for Highway Safety (IIHS). Empat dari lima orang dewasa yang di teliti mengaku, jika mereka tidak memakai sabuk keselamatan waktu duduk di jok belakang waktu perjalanan singkat atau pergi gunakan taksi. 

Menariknya, IIHS temukan bukti lain, beberapa narasumbernya yakin jika sabuk keselamatan tidak dibutuhkan sebab mereka yakini jika jok belakang lebih aman dibandingkan jok depan. 

Tidak kurang dari 1.172 orang sudah di teliti. 72 % mengaku tetap memakai sabuk keselamatan di jok belakang. Dari angka itu, 40 prosentasenya memandang fakta lain tidak memakai perangkat keselamatan itu. Sebabnya tidak ada ketentuan atau undang-undang yang mengendalikannya. 

Memang dengan susunan serta prosesnya, sabuk keselamatan penumpang belakang tidak seperti sabuk untuk jok depan yang ditambah lagi pretensioner serta force limiter. Tetapi, itu bukan jadi aspek terpenting orang tidak menempatkan sabuk keselamatan. 

Jadi jika terjebak tabrakan frontal, sabuk langsung meredam distribusi tubuh ke depan dengan kencang. Berarti tidak ada penetapan kemampuan atau force limiter hingga punya potensi menyesakkan dada. 

"Untuk umumnya orang dewasa, masih aman untuk duduk di bangku belakang dengan memakai sabuk keselamatan, tetapi tidak berlaku untuk anak kecil," jelas Senior Research Engineer of IIHS Jessica Jermakian dalam risetnya yang diterbitkan 25 April 2019 kemarin. 

Diterangkan Jessica, saat lingkar sabuk telah cocok tentang tubuh orang dewasa, karena itu sabuk kerja maksimal meredamnya supaya tidak berbenturan dengan jok depan. Beda narasi saat anak kecil yang dipasangkan sabuk serta keadaannya longgar, karena itu ada kekuatan momen terlempar ke depan, selanjutnya langsung ketahan sabuk. Saat itu kesempatan luka pada ruang dada semakin besar. 

Tetapi dalam laporannya, penggunaan sabuk terutamanya 3-titik akan tambah lebih baik. Tentu saja menahan tubuh terlempar dengan bebas ke depan, dapat juga jaga sikap duduk masih pada kondisi sebelumnya, sampai menahan berlangsungnya bergulir bebas. 

Pendiri sekaligus juga Pelatih Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu memandang, dalam keadaan apa pun, penumpang belakang jangan pernah abai memakai sabuk keselamatan. 

"Dengan keadaan senderan, bisa jadi setiap saat berlangsung bentrokan sebab inersia atau kecepatan massa, orang yang tidak memang sabuk akan bergerak dengan kecepatan yang sama sebelum mobil berhenti waktu tabrakan, karena itu seatbelt selalu harus dipasang, supaya orangnya tidak turut bergerak ke depan," tuturnya.
Meskipun Penumpang Duduk Kursi Belakang Juga Wajib Pakai Sabuk Pengaman Meskipun Penumpang Duduk Kursi Belakang Juga Wajib Pakai Sabuk Pengaman Reviewed by dzaky on 21.50 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.